Aku bisa merasakan hembusan napas halusnya. Aku kenal dia pertama kali waktu aku jalan-jalan di Cihampelas. Bokep Cina Tanganku menyusup ke bajunya setelah kancing-kancingnya aku lepaskan. “Why are you crying…?” Jeanne mengusap setetes air mata yang menetes dari mataku saat bertanya kepadaku. Tanganku menyusup ke bajunya setelah kancing-kancingnya aku lepaskan. Dari dia aku belajar silat dengan giat dan tekun untuk mengisi hari-hariku di samping belajar lebih sungguh-sungguh pada pelajaranku di bangku kuliah.Di tahun yang sama, petaka datang lagi. Jeanne masih tidur di dekapanku. Dia mengetahui perubahan pada diriku. Aku berprinsip untuk tidak “melukai” diriku sendiri. Badannya bagus dan mulus! Tak jarang pula aku harus menerima hajaran dari ayahku kalau aku berusaha melindungi ibuku.




















