keluar.. Nikmat sekali.. Kamu sakit?” Tanya Ibu Maya.“Oh nggak, Bu Saya tidak apa-apa.”“Kalau kamu kurang sehat, ijin saja istirahat dirumah, jangan dipaksakan nanti malah tambah parahpenyakitmu.”“Ah.. Sebuah kamar yang besar dan mewah sekali. kita pindah ke ranjang saja,” pintaku,Sambil terus berpelukan dan berciuman kami berdua berjalan menuju ranjang. Blesss masuk semua batang kontolku tertelan lubang nikmat memek Ibu Maya.“Iiihh.. Saat aku sedang asyik menikmati makan malamku, pintu kamar terbuka dan kulihat ternyata Ibu Maya yang masuk,Aku benar-benar terpana melihat pakaian yang dikenakan oleh Ibu Maya tipis sekali. Ya aku hanya bisa pasrah, mau tidak mau aku harus menceritakan semua yang terjadi antara aku dengan Ibu mertuaku agar rahasiaku tetap aman.“Kring..” , kuangkat telepon di meja




















