Lama-lama martin tidak kuat menahan rangsangan. Aku tidak dapat menebak apa yang ada dipikirannya. Gelinya luar biasa! Seperti membangkitkan macan tidur. Apakah dia benar mencintaiku atau aku hanya salah satu perempuan koleksinya? Aku langsung menangis menjadi-jadi. Lalu mulai mengajakku makan. Aku pun mulai melunak. Kemana-mana selalu diantar sopir ayahku. Aku benar-benar ketagihan bersenggama! Penyesalan sudah tidak ada gunanya lagi. Dia pura-pura tidak tahu aku marah padanya. Ponselku disita sementara. Aku merasa detik-detik penantian apa yang akan dilakukan martin pada putingku membuat aku makin penasaran. Aku bingung harus kemana arah dan tujuan hidupku. Hingga akhirnya aku tergeletak lemas di lantai kamar mandi.Setelah bosan menangis, aku segera beranjak dari kamar mandi dan mengenakan pakaian.




















