Pria itu telanjang bulat dengan penis yang tegang. Aku cepat-cepat memunguti pakaianku yang berserakan di lantai, lalu masuk kamar. Aku menurut saja. Suatu siang di kamarnya yang terkunci, kami bercumbuan sampai “panas”. Aku sejenak kaget dan terpana. Lalu tangannya mengelus pipiku bekas kecupannya tadi. Aku sering kesepian. Sebaliknya, bila teman sekolah (cowok) main ke rumah, roman muka Hendrik menunjukkan rasa kurang senang. Dari posisi rebahku ini Aku bisa melihat melalui kaca jendela lebar, seseorang berdiri di depan pintu. Tak ada enaknya. Dipelorotkan sarungnya, dan nongollah batang penisnya yang amat tegang. Akhirnya Aku tahu sendiri. Pendeknya, Aku belum punya pacar. “Okay deh Mas, Sally maafin.”
“Mas sayang ama kamu.”
“Iya, Sally tahu.”
“Apa jawabmu, Sally?”Aku diam.




















