Aku bermimpi bercinta dengannya, dan paginya aku dapati celana dalamku basah. Aku tak tahu apakah itu cinta tapi, kian hari dadaku makin sesak. Aku bisa habiskan waktu seharian di rumah. Kuciumi putingnya, kulumat, kukunyah, kujilati. Aku bisa habiskan waktu seharian di rumah. Dan aku menembakkan spermaku ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. Ia jatuh ke sofa, aku lalu mengikutinya.“Aku juga cinta kamu wan, dan aku bingung”, katanya.“Aku juga bingung mbak”Kami berciuman lagi. Tercium bau harum parfumnya.“Kamu sudah punya pacar Wan?”, tanya mbak Dewi.“Nggak punya mbak”“Koq bisa nggak punya, emang nggak ada yang tertarik ama kamu?”“Saya aja yang nggak tertarik ama mereka”“Lha koq aneh?




















