Aku menurutinya. Dengan sedikit kasar, Budi menarik tubuhku agar bisa mencium bibirku. Aku duduk diatas meja dapur, dia berdiri didepanku. “Oh jadi boleh lagi? Mau makan cukup kedapur yang posisinya dekat dengan kamarku. Aku lalu mengikutinya untuk ketempat jemuran. Ughhhh aku mendesah pelan. Umpan nya dimakan ikan. Budi tersenyum dan mencium keningku. Aku ikut tersenyum. “Makasih ya.” Kataku sambil berlalu dan masuk kerumah lalu ke kamarku.Gilak, aku seneng banget dapet no hp nya. Hahaha, dasar cowok, pandangan mata nya hanya bisa melihat lurus kedepan. “Kenapa? Aghhhh, padahal aku belum apa-apa. Ya tempat olah raga yang disana terdapat panggung kecil. Aku harus mendapatkannya.Hari terus berlalu, laki-laki itu belum kembali kerumahku.




















