Ada sedikit suara bisik-bisik singkat yg membuatku mengenali suara itu. Grown up man! Bokep Asia Bramanto dengan mata tertutup masih kelihatan menunggu dan berharap aku melanjutkan ‘permainanku’ ini dengan sesuatu yg diinginkannya seperti penetrasi penis. Tubuhnya lumayan jangkung dan jujur saja membuatku iri ( padahal tinggi badanku yang 162cm ini menurut teman2 sudah cukup tinggi). Aku telah tenggelam dalam badai kenikmatan yang datang bergelombang dan akhirnya mencapai puncaknya ketika kesadaranku hilang ditelan ribuan kunang-kunang yang terbang memenuhi ruang kantorku. aku jadi malu sendiri. Lalu kuborgol tangannya dengan borgolnya. Bukan karena cacingan tapi karena kegiatanku yg padat membuat bentuk tubuhku senantiasa terjaga. Aku balas menyapanya sambil berlalu menuju ruangan kerjaku. ” uhhhh..” tanpa sadar aku mengerang karena sesuatu




















