Suatu pagi Ibu menggedor pintu kamar dan memanggil namaku. Kumasukkan penisku dalam-dalam sampai menyentuh mulut rahimnya dan kusemprotkan spermaku habis-habisan ke dalam tubuhnya mengingat aku sudah sebulan tidak mengeluarkan sperma.AHH Ibu ini dia terima spermaku OHH OHH OHH CROT CROT CROT CRUUOOOTT CRUUOOOTT CROTT CROTT AHHH. Segera mengeluarkan gaun dari plastik pembungkus untuk mencobanya. Ingin rasanya kumasukkan penisku yang putih dan panjang ini ke dalam vaginanya, namun aku menunggu permintaan langsung dari Ibuku. Pikiranku menerawang jauh melewati kisi-kisi jendela kamar. Aku pun hanya bisa berdoa semoga perbuatanku dan Ibu tidak diketahui Ayahku dan dia merasa bahwa anak di kandungan istrinya adalah benih darinya.



















