Dia lugas, jujur, konyol, bawel, dan tidak tahu malu. Demikian denganku, setiap tarikan napasnya bisa kurasakan, setiap nada yang dia nyanyikan pun ikut kunyanyikan. Akhirnya ketika ada kesempatan akupun keluar ke teras dan melihat ada Arry di sana. Aku hanya membutuhkan dukungan dan rasa cinta untuk bisa bertahan hidup. Cape, malas, tapi lapar akhirnya aku melangkahkan kakiku ke bawah, mencari sesuatu untuk bisa di makan. Hingga suatu saat dia meminta lebih dariku.Sore itu aku mampir ke tempat tinggalnya. Demikian denganku, setiap tarikan napasnya bisa kurasakan, setiap nada yang dia nyanyikan pun ikut kunyanyikan. Sebelah tangannya membuka celana dalamku dan meraba-raba vaginaku. Akankah semuanya masih seperti yang dulu apabila aku tidak menceritakannya?




















