Eko berumur kira-kira
tiga belas tahun sepantaran adik kelasku.Dia memang usil dan nakal sekali, namun karena ia banyak menggumam banyak omong tidak jelas karena
kebisuannya, itu membuatnya terlihat lucu sekali.Aku senang sekali berkenalan dengan Eko dan kerap sekali aku mengajaknya main ke rumahku buat obat
stress. Aku selalu optimis kalau
anak itu urat malu dan sopan santunnya sudah putus, jadi mungkin sekali kalau ia bisa ngent0t dengan
orang dan aku bermimpi sekali untuk bisa mengintipnya langsung ngent0t.Setelah itu aku sedikit menjauh dari Eko dan jika ada kesempatan aku membuntutinya ke manapun dia
pergi. Aku juga sering menyuruhnya membantuku beres-beres rumah.Mulai dari sinilah aku mengenal sosok dirinya sebagai seorang anak yang berpikiran mesum.


















