Bagaimana bisa seorang Bu Chintya menawarkan aku untuk tidur disini. Dan tentu saja pada akhirnya aku segera tewas dan mengakhiri pertahananku.Aku benar-benar tidak tahan dengan perlakuannya, dan kali ini aku benar-benar tak bisa berkutik dan harus menyerah kalah. Sudah setengah 10.Mending saya nekat saja, daripada nanti tambah malam. Setelah mematikan lampu, Bu Chintya berjalan kearah tempatku berbaring, dan melewatiku yang ternganga dan sibuk mengalihkan pandangan.Beliau berjalan menuju kekamar mandi yang terletak tepat dibelakangku, tepatnya diatas kepalaku. Minggu ini, Bu Chintya cuti sakit. Bu Chintya sudah tidak malu-malu lagi untuk mengerang. Tepatnya dibelakang Bu Chintya yang sedang asyik memperhatikan TV nya. Yess, dia sudah sampai… and she squirt in my face!!




















