Terasa meqiku sesek kemasukan batang besar dan panjang itu. “Gak diapa2in, cuma disayang2 dan berbagi”. Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas. Aku masih sempat melirik saat dia memegang batangnya untuk diarahkan dan diselipkan di antara bibir meqiku. Sengaja kalo aku lewat mejanya aku menatap matanya sambil tersenyum, tu bapak juga senyum2 memandangiku. Dia menjawab, “dibales artinya mau dong diajak jalan, gak mesti cepet pulang kan, kita hang out ja menhabiskan malam. aku juga mengulum bibirnya. Aku tidak banyak bicara selama perjalanan ke apartment. Mili per mili. “Gak diapa2in, cuma disayang2 dan berbagi”. batangnya semakin masuk. Akhirnya terasa juga perut lapar yang sudah minta diisi. Kubuka mataku, Dia tersenyum dan menciumku lembut sekali, tak henti



















