Nampaknya Kak Agun kaget juga, dia bahkan nyaris terjatuh di sofa. Aku sebenarnya diajak Mama tapi aku menolak karena PR bahasa Inggrisku menumpuk.Tiba-tiba aku mendengar bunyi derit rem. Bokeb Aku dan Kak Agun ngobrol di ruang baca sambil nonton TV. Rasanya aku tiba-tiba lemas sekali, belum sempat menjawab bibirku dilumat lagi. Saat itu Kak Agun memelukku dan menghiburku,
“Sudahlah Alit jangan menangis, hadiah ini akan menjadi kenang-kenangan buat kamu. Ruangannya ber AC, full music. Kemudian aku diangkat dan aku sempat kaget!“Kak Agun…, kuat juga”. Dia hanya tersenyum dan membopongku ke kamarku. “Kak Agun, Jangan…, ach…, ch…, ss…, jangan”. Eh…, Kak Agun ternyata nggak nolak, dengan seriusnya dia mengajariku, satu persatu aku selesaikan PR-ku.“Yess!




















