Besok aku traktir makan dech..”
Dengan semangat 45 langsung kubilang, “Oke deal…” Aku tertawa dalam hati, tanpa ditraktir pun aku bersedia.Kemudian aku memintanya telungkup dan aku mulai memijatnya. “Sakit nggak San? Jav sub Atapnya sangat berdebu dan banyak kabel listriknya. Ternyata umpanku langsung disambar. Karena sering tidak ada kesibukan, aku sering nongol dan numpang nonton TV di kamarnya. Capek nggak?” tanyaku. Dadaku berdebar kencang, sedikit takut tapi kepingin. Kalau malam minggu dan cowoknya tidak datang, kita pasti jalan ke BIP atau nonton. Bayangannya waktu mandi terus berada di benakku. Klop deh, dia ingin curhat dan aku ingin nonton TV.Suatu hari aku baru sadar kalau kamar mandiku dan kamar mandinya letaknya bersebelahan dan di kamar mandi kita ada lubang

