Kala itu aku membuka mata jam dinding mengarah ke angka 9 dan aku bergegas bangun dari tidurku yang panjang. Lama-lama semakin keras aku menjerit nikmat,“ooohhhhh…massss…..oooo….aaaaaahhhhh…….”Kedua payudaraku diemut dan dijilati sembari tangannya meremas-remas payudaraku hingga aku lemas. Kakakku mbak Dewi itu tak henti-hentinya memaki aku.Acara jam 4 pun tiba dengan meriah ulang tahun keponakanku. Seperti ada sinyal-sinyal yang kaut mas Andre menyodorkan kontolnya di depan mulutku. Aku pun disuruh untuk mengantar kue dan bingkisan ke rumah teman-temannya.Aku enggan berangkat sendiri akhirnya mas Andre mengantar aku. Menjadi anak tunggal adalah impianku karena setiap apa saja yang aku minta dipenuhi oleh orangtuaku. Aku tak tahan pengen sekali menyepongnya.



















