Nanti nyusahin.” katanya dengan senyum nakalnya.Aku mendekati Mama dan meraba paha Mama.“Bima ngga keberatan kok bantuin apa aja, asal Mama senang.” kataku.“Ya udah, bantu Mama nyelesaikan ini.” kata Mama sambil meanarik tangan ku dan menuntunya di klitnya.Aku langsung deg-deggan antara percaya dan ngga. Aku terus memacu gerakan ku, dan Mama mendesah lagi.“Sayang, kamu kuat banget, penis kamu nikmat” racau Mama.“Memek Mama juga nikmat, aku jadi ketagihan. Ku buka bibir memeknya dan tersembul lah biji klitnya.Dengan liar ku cium dan ku jilati memek yang sudah basah oleh air kenikmatan. Mata Mama terpejam, nafasnya mulai memburu.Ku arahkan ciumanku ke telinganya dan membuat Mama mendesah kenikmatan…“Mpppphhhhh…Puasin Mama, Bima” dan aku berbisik,“Iya ma….”Tangan kiriku meremas-remas dan memilin-milin puting toketnyanya




















