Mbak, belanja juga?” sapaku. Gila kamu Mas, kalau begini sebentar saja saya puas”, jerit Vera keenakan. Hmm.. Mungkin habis sama Bapaknya kali ya.. “Berat enggak sih Mbak, punya suami pelaut, sebab saya yang ditinggal isteri cuma dua hari saja rasanya sudah jenuh”. Gagah, lucu dan terutama, Mas Aldi pria yang paling baik yang pernah saya kenal”. “Sebab saya mengagumi keindahan Mbak Vera, juga selera pakaian dalam Mbak”, aku berterus terang.Pembicaraan ini semakin mempererat kami berdua, seakan tak ada jarak lagi di antara kami. Putingnya”, kata Vera dengan gaya nakal bagaikan pereks jalanan.Wanita itu menjatuhkan tubuh indahnya di atas sofa, aku memburunya dan segera menikmati kemontokan buah melonnya. “Jadi Mas Aldi juga sering memperhatikan saya?”
“Betul, saya

