lega sekali, seperti melepaskan beban. “Ayo dong, sebentar aja kok!” lanjutnya.Kemudian pelan-pelan mulai kuangkat tanganku ke atas pundaknya, lalu menyentuhnya. Mas Agus!” kupanggil namanya beberapa kali. Nikmat sekali. Tapi kemudian..“Indra.. Setelah mengunci pintu, diturunkannya aku di tepi ranjang. Kemudian paman merebahkan tubuhnya, tengkurap di ranjang. “Iya!” teriakku sambil memakai pakaian yang dari tadi menunggu untuk kukenakan.Saat malam sambil menonton televisi di ruang keluarga, paman menghampiri dan menaikkanku dalam pangkuannya.“Kok nggak belajar?” tanyanya memulai percakapan. Setelah mengunci pintu, diturunkannya aku di tepi ranjang. “Iya di situ Ndra, duh enak banget!” ucapnya puas.Iya Mas Agus enak, nah aku, orang lagi mengantuk malah disuruh mijit.












