Tubuh Hana mulai menggelinjang, pinggulnya bergerak ke kiri-ke kanan, juga ke atas & ke bawah. Saya setuju-setuju saja.Pertemuan kedua & selanjutnya kami semakin ‘terbuka’. Dari pertemuan itu saya mengenal Hana lebih jauh. Sungguh merangsang.Tanganku mengelus, meremas & memilin puting di puncak bukit satunya lagi. Hana mulai mendesah & meracau tak jelas. Kulihat ada air mata meleleh di sudut matanya. ia tersenyum & menatapku sambil terus melanjutkan pengembaraannya menelusuri ‘senjataku’.Kulanjutkan ciumanku ke lehernya, turun ke dadanya, lalu dengan amat perlahan, dengan lidah kudaki bukit indah itu sampai ke puncaknya.Kujilati & kukulum puting susunya yang sudah mengacung keras. Tanpa kata, tetapi sampai juga rupanya. Memang sudah dua bulan saya tak main ke rumahnya. Saya menciumnya.



















