” pinta Mbak Ningrum sambil senyum penuh arti. Dengan tidak sabar aku dekap tubuh Mbak Ningrum yang sedang telentang bagaikan landasan yang sedang menunggu pesawatnya mendarat. Baik di rumah aku, di rumah dia, di hotel, di mobil, di garasi, di kamar mandi sambil berendam di bath-tub, di dapur sambil berdiri, bahkan aku pernah bermain seks di atas kap mesin mobil aku. Aku buatkan kopi hangat kesukaanmu. Jangan digoda lagi lho, kalau ngamuk lagi gimana..?” kataku bercanda. Akhirnya aku masukkan burung aku ke sarangnya dengan sangat perlahan.Kedua tangan Mbak Ningrum meremas pundak aku. Aku langsung pergi ke kamar, pura-pura tidur. Jangan digoda lagi lho, kalau ngamuk lagi gimana..?” kataku bercanda.




















