“lukamu sudah sembuh go”tanya darsono bapaknya di tanganya tampak menenteng sebuah cangkul,rupanya akan berangkat ke sawah. Atikah melirik sepintas ke selangkangan dirgo,tampak senyum kecil disudut bibirnya,”anakku masih bisa ngaceng,tapi apa iya sebesar itu”pikir atikah karena melihat bayangan mentimun besar di selangkangan anaknya. “ini diisi penuh go”kata ibunya sambil mengangsurkan 2ember plastik besar ke arah dirgo yang sudah memegang tali kerekan sumur.Dirgo mulai menimba air,ibunya tepat disampingnya hanya terhalang 2 ember plastik,atikah sendiri duduk diatas dingklik(bangku kecil dari kayu )dasternya yang rendah tentu saja tidak dapat menutupi paha mulusnya,kuning langsat dengan bulu bulu halus,bahkan beberapa kali dirgo dapat melihat kearah celana dalam yang sedang dipakai ibunya.




















