Namun anehnya, Pak Halim masih sibuk membaca korannya dengan wajahnya yang tertutup lembar-lembar koran itu. Namun Sasha berusaha mengontrol emosinya.“Pa…pagi, Pak!” jawab Sasha gagap.“Wah, kenapa pagi-pagi begini sudah rajin?” tanya Pak Anton sambil tersenyum pura-pura tidak mengetahui masalah Sasha.“Eh… tidak pak! Namun hukuman apa yang cocok untuk Sasha? Begitu pulang, Sasha menyerahkan disket pada Aldy itu sambil menahan perasaannya seolah tidak terjadi apapun di kantor hari itu. Walaupun wajah Sasha tertutup oleh motif bunga-bunga slayer itu, para hadirin masih bisa melihat kecantikan wajah Sasha.Aroma mawar yang terpancar dari tubuh Sasha diperkuat lagi dengan semprotan parfum mawar di gaunnya itu.




















