Dan, ini yang membuat jantungku keras berdegup : memakai T-shirt yang basah karena disiram, sementara dalamnya tidak ada apa-apa lagi.Samar-samar bentuk sepasang buah kembar kelihatan. Ah.sialan. Mobilnya hilang dari pandanganku.Selasai mandi hari sudah hampir gelap. Akupun ikut-ikutan mengubah posisi, ada sesuatu yang mengganjal di dalam celanaku. Kancing baju seragam Yulipun mulai kulepas, dua kancing dari atas saja cukup.Kubayangkan, meski dari luar dada Yuli menonjol biasa, tak kecil dan tak besar, ternyata dadanya besar juga. Siapa sajalah, asal mau jadi pacarku, buat ciuman dan diraba-raba.Sepertinya sedap. Buset! “Tante ”
“Hhmm”“Gimana kalau Tante nanti ..” Aku tak berani meneruskan. Tante cuma menghibur saya”“Benar, To.




















