Belum lagi cucian menumpuk sangat banyak. Aku ikut dengan ibuku sementara kedua saudaraku ikut dengan bapak. Mending aku disini aja bantu ibu terus kasihan ibu pekerjaannya banyak. Setelah mereka selesai makan malam aku membereskan ruangan dan kembali ke kamar untuk tidur. Selama aku disitu juga belum pernah melihat suaminya. Hanya anak-anaknya saja yang aku lihat.Mungkin mereka pekerja keras jadi jarang pulang ke rumah. Aku memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamarnya, aku dipersilahkan masuk,“masukkk….” Teriak pak Rendra. Lumayanlah aku bisa membeli motor buat kesana kemari.Suatu hari aku dan ibu bersih-bersih seluruh ruangan yang ada di rumah. Aku ikut dengan ibuku sementara kedua saudaraku ikut dengan bapak. Dia sudah terbaring di ranjang dengan memakai sarung saja.


















