Selanjutnya saya membawa kertas baru & diletakkan di depannya, tangan kananku mulai sejak menuliskan rumus-rumus sambil menerangkan, tangan yang lain diletakkan di sandaran kursi tempatnya duduk & sesekali saya sengaja mengusap punggungnya dgn lembut.Fanny makin tak dapat berkonsentrasi, ketika merasakan usapan lembut jari tanganku itu, jantungnya makin berdegup dgn keras, usapan itu kuusahakan senyaman & selembut bisa jadi & membuatnya makin terlena oleh perasaan yg tidak terlukiskan. “Auuuhh” membuatnya menggelinjang nikmat, perasaannya melambung mengikuti irama jari-jariku, sementara serdaduku terasa semakin tegang. uuuhh.. Kata-kataku menciptakan gadis itu merasa tersanjung, dgn tak sadar Fanny mencubit pahaku sambil tersenyum menyukai.“Udah punyai si sayang Fan?”, godaku sambil menatap Fanny.“Belum, Kak!”, jawabnya malu-malu, wajahnya yg jelita itu bersemu merah.“Kenapa, kan




















