Perlahan-lahan aku berjalan menuju kamar mandi. Bokep Montok “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. kamu sudah bangun?” kudengar suara Linda di ujung sana. kring!” Suara telepon kuno itu seketika membuyarkan pikiranku. Ia lalu duduk di dekatku dan menyapaku. Hari masih pagi. Aku berusaha tetap bersikap sopan meskipun kutahu wanita tua itu menaruh minat khusus pada organ yang tersembunyi di balik celana jeansku. Aku segera bangkit mengangkat telepon yang terletak di atas sebuah meja rias di sudut ruangan. Tangannya pun mulai mengusap-usap kedua bola zakarku, dipermainkannya lembut sambil sesekali digelitiknya dengan kuku-kuku jarinya yang panjang. kring!” Suara telepon kuno itu seketika membuyarkan pikiranku. Sejenak kuperhatikan bayanganku yang terpantul jelas pada cermin lebar yang terletak persis di hadapanku.




















