saat ia melihat aku datang dan selesai menutup pintu, ia tertawa sejadi jadinya. “kenapa ampe kesitu situ jadi obrolan kita, mending makan dulu, keburu dingin ni makanan buatan lu yank” tanggap ku. sebut saja nama mereka Fitri dan Dewo. Ia sudah duduk bersandar di dinding, mukanya memerah, tangan kanannya meraba payudara kanannya sambil memainkan putiingnya dengan sedkiti mengangkat kaos u can see putih tanpa melepasnya. “tp gw udah ngerasah aneh loh yank sm mereka, kan kmrin kita main ke air terjun berempat. Dari kejauahn sedikit terdengar suara samar, kecupan dan desah fitri. Akhirnya kontrakan tersebut dijadikan basecamp oleh temen2.. Aku mengunyah sepotong roti sambil menyalakan puntung rokok yg dimatikan tadi.




















