Sampai Anti ke mall maupun berkumpul dengan temannya pun, ia selalu mengajakku, hingga suatu hari aku pun iseng menyatakan cinta, dan sungguh jawaban yang tidak pernah aku bayangkan, ranti menerimaku.Kami akhirnya pacaran, hingga berlanjut sampai sekitar 2 tahun. “Ayo masuk…”, ibunya ranti mempersilahkan aku masuk.“Gak pa pa bu, cuma mau ngambil uang sama balikin KTP…”, kataku. ‘Saya byk kerjaan’ kesal ku balas sms nya yang menurutku sedikit mempermainkanku. Buah dadanya putih, putingnya pun mungil berwarna merah muda. Seperti dugaanku, gadis itu tidak membawa uang yang cukup.“Kurang dong mas…”, tawar gadis itu menampakkan wajah memelas. “Lubangnya lebar mbak, mesti ganti ban…”, jawabku. Ini kisah cintaku yang kedua kali mengalami kegagalan, setelah setahun lalu ditinggal mati oleh




















