Sialan! Nah, sekarang ia sudah telanjang dari dada ke bawah. Tidak lama kemudian keduanya sudah telanjang, walau Bari masih memakai baju dan Surti masih memakai kaos di atas dadanya. “E-e-e..” Surti berbisik sambil mengacungkan dan menggoyang-goyangkan telunjuknya. Surti tinggal di tempat tidur beberapa lama lagi, memejamkan mata, merasakan dan membiarkan cairan cinta mereka perlahan-lahan merayap turun membasahi sprei. Ada saat-saat di mana Bari bukan main perkasanya. Segar sekali mengguyur badan yang penat dengan air dingin. Decap dan desah saling bersusulan ramai sekali. Bari terhenyak di kursinya, merasakannya nafasnya cepat memburu, ketika melihat paha istrinya yang mulus tersingkap sedikit demi sedikit. “Sebentar, ya, Yang..” kata Surti sambil membereskan kamera dan film-filmnya, “Kamu duluan, deh.












