Kususupkan tangan kananku ke balik kaus dalamnya, masuk ke dalam BH-nya. Mereka punya hati. Tidak ada niat sedikitpun untuk menindak lanjuti pembicaraan kami. Sudah capek aku menasehatimu, tapi kelakuannmu tidak juga berubah.”
“Okay Fel, Thanks and sorry for every trouble you got,” kataku sambil bediri, bersiap untuk pulang.Ketika melewatinya ia menangkap tanganku. Kami mengobrol panjang lebar hingga tengah malam. Ketiga temanku berhasil mendapatkan DFA di sana. Terus terang hal terakhir yang kubutuhkan saat ini adalah berbicara dengannya. Aku tidak tahu namanya, menurutku itu daster.Tampak dewasa sekali ia. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Sampai ia tidak tahan dan memutuskan aku 2 tahun yang lalu. What I need now is you in my bed.Jam 14.30 aku kembali ke




















