Dan seperti sengaja, aku berlama-lama mengusapkan handuk itu di situ…”Den..”,teguran ibu menyadarkanku.Namun karena ia tak menyuruhku berhenti, aku lalu memindahkan usapan tanganku ke bagian depan tubuh ibu, yaitu perutnya yang masih tertutup sarung. “oohh…Den….aahh…”, bagai kepedasan ibu terus mendesah. Film Porno Kembali ku hentak-hentakan pinggulku hingga ranjang tua itu berderit-derit, membuat apa yang diatasnya berguncang-guncang tak terkecuali anakku yang tengah tidur dengan nyenyaknya.Ibu menggigit jari mencegah rintihan keras keluar dari mulutnya. “Ma’afkan saya bu…saya khilaf, saya lelaki normal bu, berpisah setahun dari Asih itu sangat berat buat saya bu..tapi mau bagaimana lagi? ini bu, buat belanja besok”, ujarku seraya menyerahkan 3 lembar uang 10 ribuan. Aku rebah di atas tubuh telanjang ibu, mencoba mengatur nafas, dan ibu




















