Lambert menoleh dan melihat Tedi masih bertelanjang dengan kontol yang basah menjuntai. Dia berjalan di depan Partodi sambil menggesekkan pantatnya kebagian burung Partodi. “Habis itu Miss Sarah selalu datangi meja Fasa. Fasa pelan-pelan mengeluarkan burungnya dan mengusapnya. “Ohh… ibu, Fasa mau pipis…” tiba-tiba tubuh Fasa menegang. “Hayang modhar ari sia Partodi? “Yaa… tak apa… keluarin aja di mulut Dewi… ohhh kocok terussss!” sambil tangannya mengocok penis Dimas
“Ummmm yaaa aku mau keluar niiii” cepat-cepat Partodi memegang pangkal penisnya dean segera mendorongkan pada mulut Dewi. “Makasih banget ya mbak”Dewi melihat ke dalam mata Aris lalu berpaling pada jam dinding.




















