Entahlah, yang jelas napasku semakin tak teratur. Tapi aku tak pernah curhat kepada siapa pun. Wow, terasa Mama tidak mengenakan beha! Lebih dari sekadar tempat pelampiasan nafsuku. Lalu semua lampu di ruang depan kumatikan. Maka kunikmati pemandangan indah itu, tentang sepasang kaki yang mulus dan putih, tentang kemaluan wanita yang berbulu sangat lebat dan…ah…aku tak sabar lagi…langsung saja kuserudukkan wajahku ke bawah perut ibu tiriku. Seperti ingin tahu apa yang akan kulakukan selanjutnya. Tapi rasanya buah dada Mama lebih kencang dan padat.Mama diam saja. Apakah dia juga mengharapkanku? Tapi yang sedang kuhadapi ini ibu tiriku sendiri, sehingga ia benar-benar memiliki nilai plus bagi jiwaku.




















