“Sayang, aku mau berangkat kerja nich nanti telat lho.. Sepertinya dia tidak menghormatiku, meskipun aku hanya suami kontrakan. Wajahnya murung dan cuek padaku, meskipun di hadapan tamu dia masih bisa tersenyum. Dia jilat-jilat kepala penisku yang masih berlendir. vaginanya yang ditumbuhi bulu-bulu hitam yang lumayan lebat dan mungil. Aku sedikit menekan pinggulnya sehingga hidungku amblas ke dalam vaginanya, dia tak peduli, terus digosok-gosokkan vaginanya di sana, setelah itu lidahku mulai menjulur lalu menjilati lubang pantatnya lagi, sementara dia sepertinya sudah tidak tahan. Orang tuanya menolak lamaranku karena aku miskin. Aku sungguh heran dengan cewek satu ini kenapa dia tidak ada rasa suka sama sekali padaku yang ganteng ini.




















