Agnes hanya meronta-ronta dengan ikatan ditangan dan kaki serta mulut ditutup lakban.Kulihat matanya sedikit berbinar, sepertinya Agnes meneteskan air mata. Sex Bokep “Aku tak mau kau merusak persahabatan kita lagi…” jawab Agnes yang kembali ceria ketika John telah kembali membawa seorang anak perempuan.“Ayo, panggil om…” Agnes menyuruh anaknya memanggilku. Saya sedikit kecewa mengetahui Agnes telah menikah, tapi saya juga tidak bisa memaksakan kehendak saya. Tujuan aku cuma satu yakni meminta maaf dengan Agnes secara langsung. Tapi dia tidak sendiri, ia bersama seorang pria yang sedang menggenggam tangannya. “Oya, anakmu mana nes?” tanyaku pada Agnes. “Anak manis, siapa namanya?…” tanyaku sambil membelai kepala anak itu. “Oya, anakmu mana nes?” tanyaku pada Agnes. Bosan dengan ketiak Agnes, John pun




















