Tubuhnya yang dibalut kaos ketat nampak basah keringat.“Barusan olah raga…, muter-muter, terus mampir…, Mana Kak Luna?”, tanyanya. Tubuhnya yang dibalut kaos ketat nampak basah keringat.“Barusan olah raga…, muter-muter, terus mampir…, Mana Kak Luna?”, tanyanya. Kemudian aku diangkat dan aku sempat kaget!“Kak Agun…, kuat juga”. Saat itu Kak Agun memelukku dan menghiburku,
“Sudahlah Alit jangan menangis, hadiah ini akan menjadi kenang-kenangan buat kamu. Aku sebenarnya sayang sama Kak Agun tapi…, (Ternyata akhirnya dia kawin dengan cewek lain karena “kecelakaan”). Namun malahan membuatnya semakin liar. “Jangan…, jangan…, acch…, acch…”, aku berusaha menolak namun tak kuasa. Aku agak heran tapi mungkin akan surprise terpaksa aku menutup mata. Salah seorang teman kakakku, Kak Agun namanya, sering sekali main ke rumah.




















