Istriku hanya memperhatikan, tidak ada komentar.Meluncurlah kata-kata standar yang ia ucapkan setiap kali bertemu calon pembeli. Sedangkan aku yang tidak ada persiapan untuk menginap akhirnya hanya menggunakan kaos dan celana dalam. “Gimana mau?” tanyaku kepada gadis itu.“Mau.. Ia sempat pamit sebentar untuk menyuruh sopir salah satu keluarganya untuk pulang saja, dan telepon ke saudaranya bahwa malam itu ia tidak pulang.Setelah cerita kesana-kemari akhirnya obrolan kami menjurus ke masalah seks. Kedua tangannya kini ternyata sudah berani membalas memelukku.Kemudian aku memangkunya dan merebahkannya di tempat tidur. Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, “Buka dong kacanya..” Segera aku sadar dengan keadaan dan refleks membuka kaca jendelaku. Sedangkan aku yang tidak ada persiapan untuk menginap akhirnya hanya menggunakan kaos




















