No info
Pintu pun terbuka dan mama muncul sambil memangilku.Turun Uda, makan dulu.Gak laper mah.Mama mendekati dan menyentuh punggungku. Esok paginya, aku turun mau sarapan. Mama pun mulai menghisap kontolku. Kudekati mama, kuraih rambutnya dan kutekan hingga membuat mama terpaksa berlutut di hadapanku. Namun kuputuskan untuk turun mengendap-endap. Aku sungguh menikmati yang telah terjadi hari ini. Aku diam. Kudekati mama, kupeluk dari belakang sambil kupegang susu mama. Saat kulihat melalui jendela, rupanya ayah baru pulang. Bukannya diam, mama malah menamparku dengan keras, begitu kerasnya hingga membuat kupingku ikut sakit dan menyuruhku masuk ke kamarku.Aku pun beranjak pergi sambil mengelus pipiku. Bukannya diam, mama malah menamparku dengan keras, begitu kerasnya hingga membuat kupingku ikut sakit dan menyuruhku masuk





















