Aku manggut-manggut.. Toh, memang ini penumpang yang terakhir. Bokep Barat Empat tahun lalu aku masih tinggal dikota B. Kok nggak ada lesung pipitnya..” kataku ngeledek. “Mas aku kan sudah punya lesung yang lain.. Dia tersenyum..“Mas, minum dulu.. Ugi juga mau ke sana mau main banyak teman. Tuh bawain air yang dikendil ke depan..,” begitu suara Bu Murni.Aku tidak mendengar ada jawaban dari yang diperintah Bu Murni tadi. Makasih..” balasku.Masih sambil senyum dia balik kanan untuk masuk kembali ke dalam rumahnya. Akupun akhirnya nekat memandang dia juga, dan tak terasa tanganku meraih tangan Pipit, dingin dan sedikit berkeringat. Bu Murni namanya. Waktu itu aku berumur 26 tahun.




















