Segera kusambut, aduuuh… halus sekali tanganya. “Masih sakit Sayaaang..?” tanyaku. Kukecup bibirnya, dan Rika membalas, lalu aku menarik tangannya untuk mengocok penisku. “Oke Mas… tapi Mas juga harus lepas baju sama celana Mas, biar adil..!” rajuk Rika. ennnaakk.. Rika tampak menikmati, terbukti dia langsung ngelendot manja ke tubuhku. Mas… aahh…” jawab Rika. Sambil bercanda aku mencuri-curi pandang ke wajah cantiknya, paha mulusnya, betis indahnya, dan tidak ketinggalan dadanya yang membusung indah yang sesekali terlihat dari belahan kaos ketatnya yang berleher rendah. Sesampainya di kamar, kurebahkan tubuhnya di tempat tidur, Rika tidak mau melepaskan pelukan kakinya di pinggangku malahan sekarang mulai menggoyang-goyangkan pinggulnya. Tidak lama setelah itu, kurasakan denyutan teratur di dinding vagina Rika, kupercepat goyanganku




















