Sodomi aku!” teriak Vita. Vita teriak terkejut.“Disamping itu, aku masih belum memberikan hukuman pada wanita jalang yang sudah menyetubuhi suamiku ini,” katanya sebelum memberi sebuah tamparan lagi.“Hey! Melihatmu bercumbu dengan Bob sangat membuatku terangsang.”“Kakak jadi terangsang karena melihatku?” Tanya Erina tak percaya.Vita tak berani menatap kami berdua, tapi dia hanya mengangguk. Aku mencintai Vita dan tidak ingin melihat dia disakiti.“Tidak apa-apa! Kumasukkan lagi lebih dalam.“Ya!” Vita semakin mengerang keras.“Jadi, diam dan nikmati saja!” perintah Erina menampar pantat Vita lagi. Erina merangkak ke bawah tubuh Vita dan mulai mempermainkan kelentitnya.Aku terus mendorongkan penisku semakin ke dalam anus Vita. Aku sadar jika kami berdua membutuhkan sebuah aturan dasar dalam hal ini.“Pertama, aku rasa kita harus saling setuju



















