Gerakan itu sengaja aku lakukan dengan agak demonstratif. “uuh” aku menjerit kaget ketika Bramanto sesekali menggigit gemas pantatku. Kebiasaan itu terbukti cukup sukses mengurangi stress dalam bekerja. Dan seperti biasanya suasana lalulintas di depan kantorku sangat padat ( nggak cuma di depan kantorku sih..di jakarta memang dimana-mana padat kalau jam pulang kantor). Tapi tetap saja aku iri dengan tinggi badannya titik. Aku sebut koleksi karena aku sama sekali tidak pernah menggunakannya dan belum terpikir untuk mencobanya karena bagiku fantasy abstrak dan sentuhan alami lebih dapat dinikmati daripada sentuhan stimulasi kasar dari benda2 yang cukup ‘imajiner’ bentuknya itu. Biasalah dalam keadaan seperti ini aku tidak dapat menahan keinginan-ku untuk segera bergosip (panggilan jiwa!!…nggak salah khan?).



















