Aku akui Rina cukup lihai juga mengoral penisku. “Lho kalau dikasi sigitu, saya ya matur nuwun, tapi kalau dikasih lebih masak iya saya nolak mas,” kata Rina. Aku menyetujui lalu si Wiwik, istri sang tentara itu datang bergabung ke mejaku. Sekitar 5 orang mungkin yang melayani aku. Reception menanyakan apakah aku bisa menerima tamu, Aku menduga paket Mbak Lina sudah datang, maka kepada petugas aku minta mereka langsung menuju ke kamar. Aku berusaha menyesuaikan sikap sehingga tidak kelihatan sebagai orang asing di wilayah itu. Ketiga mereka aku selimuti dan aku pun bergabung dalam satu selimut. Ketika aku terbangun Rina dan aku terbungkus dalam satu selimut.




















