“Buka lagi manis. Nafasku juga terputus-putus, dan bergidik sedikit ketika aku mengejang lagi dan menyemprotkan sisa spermaku ke rahim Dhea. “Lo benar-benar sempurna. Nafasku juga terputus-putus, dan bergidik sedikit ketika aku mengejang lagi dan menyemprotkan sisa spermaku ke rahim Dhea. Aku seperti bisa mendengar jantungku yang berdetak keras sekali. Aku kesetanan merasakan tubuh Dhea, aku meremas setiap bagian tubuh Dhea, meremas buah dadanya, menjepit puting susunya, dan menggunakan bahunya yang kecil buat menopang tubuhku.Aku hampir tidak ingat apa aja yang aku kerjakan sama Dhea. Di depan Dhea agak rata, buah dadanya hanya sekepal dengan puting susu yang mengeras. Terasa basah. Kedengarannya bengis dan kejam. Dengan pantat masih nungging ke atas aku tekan punggung Dhea dengan



















