Posisi tubuhku dan Sherry Seperti dua gunting yang berhimpitan pada pangkalnya. Tak bisa kubayangkan betapa puasnya Tejo, ketika gadis SMU secantik Sherry kini sedang mengulum penisnya.Dari jauh kulihat Sherry menangis, airmata jatuh ke pipinya, ia merasa terhina dan jijik. Sherry terlihat sangat ketakutan ia pun menangis sambil menjerit-jerit minta tolong.“Gue duluan ya” Tejo mendekati Sherry.Aku hanya tersenyum melihat keadaan Sherry sekarang, aku puas melihat ia ketakutan.“Mau apa Pak? cukup Pak.. Seto mencengkram tangan kanan Sherry, sementara Lodi mencengkram tangan kirinya. Selama hampir 5 menit kupacu tubuh Sherry, dan tiap detik pun kurasakan kenikmatan dan rasa dendam yang terbayar.Di tengah deru nafasku yang saling memacu dengan nafas Sherry, tiba-tiba kumerasa sesosok tubuh besar memelukku dari belakang.




















