Yah sayangnya dia mandul.Tunggu dulu bila masalahnya para istriku selama ini tak bisa menjadi ibu untuk Putraku,
bukankah itu artinya aku hanya perlu mencari Ibu yg lain? Mewarisi segala yg kumiliki saat ini. Pertamanya dia begitu kaget. Tidak! Kami sudah menjalankan perusahaan ini turun menurun dan terus meningkat kajayaannya,
semua berkat otak encer dan semangat (juga kelicikan) kami.Apakah para istriku? Kujatuhkan tubuhku yg terasa pegal dimana-mana. Hhmmm…. Aku dirut sebuah persahaan konglomeratat, properti dimana2, uang tak akan habis sampai 7 turunan sekalipun,
dengan kekayaan sebesar ini seharusnya aku bahagia! Tapi pada akhirnya baru ku ketahui bahwa dia mandul.FUCK!!!! Lalu sambil menyeringaikan senyuman licik khasnya dia berkata,
Sepertinya saya punya calonnya pak. Istri pertama ku itu oon, tua, tak bisa




















