Kemudian Pak Martin masuk membawakan handuk khusus untukku. Bokeb Aqu menjawab,“Iya nih Pak, lagi kepanasan. Langsung kujawab,“Ok-ok aja, Pak.”.Sesaat Pak Martin pergi, aqu di rumahnya sendirian dan aqu jalan-jalan sampai ke ruang makan dan dapurnya. Kita makan aja, yuk”.Syukurlah Pak Martin tak marah dan membentak, hatiku serasa tenang kembali tetapi rasa malu belum bisa hilang dgn segera.Pada saat makan aqu bertanya, “Koleksi bacaannya banyak banget Pak. Selesai ngajar, ya Pak”.“Iya, nanti jam setengah dua belas saya ngajar lagi, sekarang mau ngaso dulu”.Aqu dan kawan-kawan mengajak,“Di sini aja Pak, kita ngobrol-ngobrol”, dia setuju.“OK, boleh-boleh aja kalau kalian tak keberatan”!Aqu dan kawan-kawan bilang,“Tidak, Pak.”, lalu aqu menimpali lagi,“Sekali-sekali, donk, Pak kita dijajanin”, lalu kawan-kawan yg lain,“Naa..aa, betuu..uul.




















