Aduh aku merasa habis, rada menyesal dan bersalah juga, aku melap kakiku yang ketumpahan mani dan aku bersihkan batang kelamin yang sudah rada lemas sampai bersih dan kering. Pucuk dicinta durian tiba, si Ika baru saja dapat pelajaran Biologi di sekolahnya. Soalnya si Ika itu lagi mekar-mekarnya, ranum-ranumnya, tapi soal cowok ya mungkin baru aku sendiri yang dia kenal, belum pas gitu kalau belum aku kasih tahu (baca: lihat hehehe kejantananku). Si Ika tuh tidak tahu apa itu sperma, apalagi istilah orgasme atau yang kayak gituan, makanya kubilang hormon gitu saja. Aku juga sudah puas banget kok ngeliatin alat kelaminku sampai kamu mengerti, kataku dalam hati. Ya sudah nggak apa-apa. Pokoknya seperti kata novel itulah,




















