Bu Gita menyilahkan saya masuk dan menutup pintu depan. Singkat cerita hari-pun berganti, dan handphone saya-pun berdering,“Kring… Kring… Kring…” bunyi Handphone saya-pun membangunkanku tidurku. Saya pun sudah nggak tahan lagi untuk mengeksplorasi setiap jengkal tubuh Gita kubuka Kaos-nya yang dikenakannya, langsung saya kulum dan jilatin putingnya yang sudah mengeras,“Eummm… Mmmmm… Sssss… Aghhhh… Eghhhh…”, hanya desahan-desahan itu yang kudengar dari mulut Gita.Kemudian saya mulai ciumin lehernya yang jenjang, tanpa meninggalkan sejengkal pun. Sambung saya,“Dan saya mau permisi dulu Pak, terima kasih sebelumnya telah mempercayakan pembelian mobil mewah kepada saya, besok ibu saya tunggu di showroom ya Bu”, ujar saya sambil mejabat tangan pak Ali dan berpamitan.Kemudiaan sayapun bergegas meluncur kembali mencari prospek yang lain.


















