terruusss.. sampe besok Sabtu.” kataku.Hari Sabtunya aku datang lagi. Dia hanya memandangiku sayu. Bukannya bantuin gimana gitu.” gerutunya.“Wah kalau soal cinta, kakak nggak bisa ngapa-ngapain. aduuuhh.. Kok jadinya begini. “Tentu dong Sayaaangg..” jawabku mesra. Hebat sekali muridku ini. “Aaahhh.. jugaaa sayaaaannngg Masss..” desahnya. Dasternya itu lho yang nggak nahan. nggak tahu kakak khan laki-laki,” bantahku.“Oke deh, kalau lelaki itu ngeliat perempuan dari apanya.”“Walaupun kakak belum pengalaman sama perempuan, tapi karena kakak menang umur dari kamu, Mas coba jelasin semampunya ya.Lalu kujelaskan semampuku tentang pandangan lelaki terhadap perempuan. Aku celingak celinguk mengagumi rumah itu.Lalu aku diantarkan ke ruang belajar di lantai atas.














